News

Kadar Air dalam Kayu, Pengaruh dan Cara Penanganannya

Posted On March 20, 2018 at 5:14 am by / No Comments

Jakarta – Air memiliki peranan dan pengaruh besar terhadap kayu. Walaupun kekerasan kayu dan umur kayu juga yang akan memberikan hasil berbeda pada setiap jenis kayu. Kayu juga bisa berubah bentuk karena besar-kecilnya kandungan air. Akan tetapi di mana letak air yang mempengaruhi kualitas kayu tersebut berada?

Air terletak di dua bagian besar pori-pori kayu sebagai berikut:

  1. Free Water (air tidak terikat), terletak di dalam pori-pori kayu. Seperti yang sudah di jelaskan pada posting sebelumnya bahwa pori-pori kayu adalah seperti pipa-pipa yang tersusun searah. Free water ini sangat mudah menguap, ini karena Free Water tidak mengandung banyak zat dan sel-sel pohon.
  2. Bound Water (air terikat), mengandung lebih banyak selulosa dan kimia lain. Terletak di antara pori-pori, sekaligus memperkuat ikatan antar pori. Apabila Bound Water ini menguap maka kayu akan mengalami penyusutan.

Free water pada beberapa jenis kayu lunak bisa menguap melalui proses Air Drying, sedangkan untuk beberapa kayu keras hanya bisa melalui proses Kiln Dry.

Baca juga: Pengeringan Buatan pada Kayu

Kadar air kayu menunjukkan banyaknya air yang terdapat pada kayu, dinyatakan dalam persen terhadap berat kering tanurnya. Kayu perlu dikeringkan sebelum dikerjakan, sampai mencapai kadar air yang sesuai dengan tempat dimana kayu akan digunakan. Kadar air kayu adalah banyaknya air yang terkandung dalam kayu yang dinyatakan dalam persen terhadap berat kering ovennya.

Kadar air kering udara adalah kondisi kayu dalam keadaan kering udara, yang mana pada kondisi ini kayu tidak menyerap atau melepaskan air. Dengan demikian bila digunakan untuk komponen bangunan dapat dikatakan kayu tersebut tidak mengalami pengembangan maupun penyusutan, kalaupun terjadi sangat kecil, sehingga tidak merusak elemen bangunan secara keseluruhan.

Oleh karena itu kayu bangunan sebelum digunakan harus diketahui terlebih dahulu kadar airnya. Kadar air kayu yang aman untuk penggunaan pada bangunan adalah kadar air kering udara, untuk Indonesia sekitar 15% – 20% sainsburys bank PDLN.

Bila kadar air kayu tersebut tinggi, maka harus dilakukan pengeringan kayu. Pengeringan kayu adalah proses untuk melepas sebagian air yang terkandung didalam kayu sehingga mencapai kadar air kayu tertentu atau yang diinginkan. Pengukuran kadar air kayu dapat dilakukan baik di lapangan maupun di laboratorium. Pengukuran kadar air kayu di lapangan dilakukan dengan menggunakan alat moisturemeter. Pada alat tersebut akan terbaca secara langsung besaran kadar air kayu yang diukur.

Pengukuran kadar air di laboratorium dapat dilakukan dengan cara :

  1. Contoh uji kayu yang akan diukur kadar airnya ditimbang untuk mengetahui berat awalnya (BA).
  2. Contoh uji dikeringkan dalam oven pada suhu 103 derajat ± 2 derajat.
  3. Setelah dikeringkan contoh uji ditimbang. Kemudian dikeringkan lagi sampai diperoleh berat tetap (BKT).
  4. Kadar air dihitung dengan rumus : Berat awal – berat akhir / berat akhir x 100%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *